Saya ikut serta dalam dokumentasi UKM Tadjimalela Komisariat UPI pada salah satu acara TV lokal di Bandung. Kegiatan shooting dimulai sore ini (20/9) pada pukul 15.00 WIB di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia.

Kuliah Umum oleh Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono: Membangun dan Memelihara Kedamaian dalam Era Perubahan

Rabu, 2 September 2015.

Atas permintaan dosen mata kuliah Pendidikan Sosial dan Budaya, Pak Ganjar Muhammad Ganeswara, saya dan mahasiswa-mahasiswi psikologi 3A mengikuti Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Baru 2015 Universitas Pendidikan Indonesia di Gymnasium pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Saya tiba pukul 07.59 di lokasi. Namun saya tidak dapat memasuki gedung Gymnasium karena gedung gymnasium telah penuh (menurut panitianya). Setelah menunggu sekitar 15 menit, mahasiswa yang menunggu di luar gedung dipersilakan untuk masuk melalui pintu sayap kanan Gymnasium.

Kuliah Umum ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Indonesia yang ke-6 ini menyampaikan materi bertajuk “Pendidikan Kedamaian untuk Memperkokoh Jati Diri Bangsa” dengan judul ” Membangun dan Memelihara Kedamaian dalam Era Perubahan”. Kuliah ini terbagi dalam dua sesi yaitu Upaya Penciptaan Kedamaian dan Refleksi Indonesia dalam Upaya Penciptaan Kedamaian.

Rekaman

Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Baru 2015 Universitas Pendidikan Indonesia by Ariananda Eskobar on Mixcloud

 

Analisis Pragmatik Kalimat Pengantar Ngamen Anak Punk

Ketika Semester 2, mahasiswa Psikologi 2B ditugaskan untuk membuat karya tulis ilmiah populer sebagai tugas akhir mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia oleh Bu Vela. Saya bersama kolega (Kenny, Faris, Tesa, dan Putri) memilih judul “Analisis Pragmatik Kalimat Pengantar Ngamen Anak Punk”.

Pengerjaan makalah ini dibagi ke dalam 3 tahap, yaitu tahap persiapan, observasi lapangan, dan akhir.

Pada tahap persiapan, kami mencari dan menyusun materi untuk disertakan dalam karya tulis ilmiah.

Pada tahap observasi, kami melakukan observasi di sekitar terminal Kalapa, Bandung.

Tahap akhir, kami menyimpulkan hasil observasi dan melakukan revisi terkait tata cara penulisan dan daftar pustaka.

Pada hari ini BEM KEMA Psikologi UPI mengadakan PMB bagi mahasiswa baru yang telah melakukan daftar ulang di BAAK. Hingga pukul 12.00 WIB, sudah ada 6 dari 12 mahasiswa yang terjaring.

Refleksi Perkuliahan Psikologi Kepribadian 1: Testimoni

Senin (01/06/2015) pukul 12.00 setelah Ujian Akhir Semester mata kuliah Psikologi Kepribadian 1, aku melakukan refleksi perkuliahan dengan bu Linda Widyastuti, M.Psi., Psikolog di ruangan 31.3.19 gedung FIP Lama Universitas Pendidikan Indonesia. Pada refleksi yang kedua kalinya dengan beliau, kami membahas segala permasalahan terkait proses perkuliahan dan materi yang diajarkan selama satu semester di mata kuliah Psikologi Kepribadian 1.

Berikut catatan-catatan selama perkuliahan yang disusun berdasarkan silabus:

  • Pertemuan 1 – Orientasi perkuliahan

Senin, 2 Februari 2015

Kuliah perdana Psikologi Kepribadian 1 diawali dengan orientasi perkuliahan oleh Linda Widyastuti, M.Psi., Psikolog dan Dra. Titin Kartini, M. Si.

Dosen menyebutkan terdapat 13 pertemuan yang dibagi menjadi 2 bagian. Bagian 1 dimulai dari pertemuan 1 hingga pertemuan UTS, perkuliahan akan didampingi oleh Bu Linda dan Bu Titin, dan bagian 2 dimulai dari pertemuan pasca UTS hingga pertemuan akhir, belajar mandiri dengan presentasi masing-masing kelompok.

Mahasiswa diberikan tugas kelompok untuk membuat presentasi dan film berdasarkan tokoh-tokoh yang dibahas pada mata kuliah ini. Terdapat 5 kelompok yang membahas masing-masing Carl Gustav Jung, Harry Stack Sullivan, Karen Horney, Erich Fromm, dan Alfred Adler. Presentasi dan film dikumpulkan pada pertemuan setelah UTS.

  • Pertemuan 2 – Sejarah psikologi kepribadian dan konsep kepribadian

9 Februari 2015

Pada pertemuan ini Bu Titin izin tidak memberi kuliah dikarenakan sariawan. Bu Linda menyampaikan aturan kelas. Keterlambatan maksimal adalah 15 menit, jika mahasiswa hadir lebih dari waktu yang ditentukan maka tidak boleh mengisi presensi.

Materi yang disampaikan oleh bu Linda antara lain:

  1. Pengertian kepribadian
  2. Sejarah kepribadian
  3. Pengenalan tipologi dan teori-teori kepribadian
  • Pertemuan 3 – Tipologi kepribadian berdasarkan konstitusi

17 Februari 2015

Kami mempelajari pendekatan tipologi untuk memahami kepribadian manusia. Terdapat 4 mazhab konstitusi yang dikaji dalam kuliah ini, yaitu Mazhab Italia, Mazhab Perancis, Mazhab Jerman, dan Mazhab Amerika Serikat. Kami menonton film Grace in Monaco dan ditugaskan untuk membuat analisis kepribadian berdasar tipologi yang telah dipelajari.

  • Pertemuan 4 – Tipologi kepribadian berdasarkan temperamen

23 Februari 2015

Kuliah diawali dengan reviu materi pertemuan sebelumnya. Mahasiswa ditugaskan untuk mendefinisikan tipologi dengan bahasa masing-masing.

Bu Linda menyampaikan materi tipologi berdasarkan temperamen. Mahasiswa diperkenalkan dengan beberapa definisi temperamen dariGalenus, Kretscmer, dan Kohnstamm. Tipologi yang dibahas pada pertemuan ini adalah Tipologi Plato, Tipologi Kant dan Neo-Kant, Tipologi Queyrat, Tipologi Malapert,

  • Pertemuan 5 – Tipologi kepribadian berdasarkan temperamen (lanjutan)

2 Maret 2015

Kuliah diawali dengan reviu materi pertemuan sebelumnya. Ditemukan bahwa hampir semua mahasiswa di kelas B menggunakan mazhab Amerika untuk menganalisa film di pertemuan sebelumnya. Artinya apa? Praktis, sesuai dengan keinginan sendiri. Bu Linda menyinggung mengenai Hypochondriasis.

Materi dilanjutkan dengan pembahasan tipologi J. Bahnsen, E. Meumann, Heymans dan G. Ewald.

  • Pertemuan 6 – Tipologi kepribadian berdasarkan budaya

Senin, 9 Maret 2015

Kelas dibagi menjadi 8 kelompok untuk mendiskusikan tipologi kepribadian berdasarkan budaya Spranger. Mahasiswa merangkum isi buku untuk dibahas dengan kelas. Secara garis besar, terdapat 6 jenis manusia menurut Spranger yaitu:

  1. Manusia Teori
  2. Manusia Ekonomi
  3. Manusia Estetis
  4. Manusia Agama
  5. Manusia Sosial
  6. Manusia Politik

Di akhir perkuliahan, mahasiswa ditugaskan untuk membuat artikel tentang tipologi dengan keadaan di Indonesia.

  • Pertemuan 7 – Psikoanalisis Kontemporer: Erik H. Erikson

Senin, 16 Maret 2015

Kuliah disampaikan oleh Bu Titin. Bu Linda tidak menyampaikan kuliah karena sedang sakit tipes.

Karena materi mengenai Sigmund Freud akan disampaikan oleh Bu Linda maka Bu Titin menyampaikan materi Psikologi Kontemporer Erikson. Diawali dengan sekilas penjelasan mengenai fase perkembangan Freud, Bu Titin menjelaskan fase perkembangan manusia menurut Erikson. Fase tersebut adalah trust vs mistrust, otonomi vs malu dan ragu-ragu, inisiatif vs rasa bersalah, industry vs inferiority, identity vs identity confusion, intimacy vs isolation, generativity vs stagnation, dan ego integrity vs despair.

  • Pertemuan 8 – Psikoanalisis klasik: Sigmund Freud

Senin, 23 Maret 2015

Pengumuman. UTS akan diadakan minggu depan. Tugas film dikumpulkan satu minggu setelah UTS.

Bu Linda menyampaikan materi berjudul “Knowing Sigmund Freud”. Semacam dua episode kuliah yang eksklusif membahas teori kepribadian Sigmund Freud. Karena materi yang disampaikan cukup banyak, materi ini diperpanjang dengan satu sesi pertemuan tambahan yang diadakan Rabu, 25 Maret 2015.

  • Pertemuan Tambahan – Psikoanalisis klasik: Sigmund Freud dan Psikoanalisis Kontemporer: Anna Freud, Heinz Hartmann, dan Robert White

Rabu, 25 Maret 2015

Melanjutkan materi pertemuan 9, kuliah ini membahas perkembangan ego, kecemasan, perkembangan super ego, Oedipus Kompleks, fase penting dalam perkembangan libidinal,  dari teori Sigmund Freud.

Setelah materi mengenai sumbangan Freud terhadap psikologi, kami membahas teori kepribadian menurut Anna Freud, Heinz Hartman, dan Robert W. White.

  • Pertemuan 10 – Presentasi Kelompok 1: Psikologi Analisis Carl Gustav Jung: Conscious and the Ego, personal uncoonscious, collective unconscious, dinamika kepribadian, dan perkembangan kepribadian

Senin, 6 April 2015

Presentasi kelompok saya. Kelompok menyampaikan materi teori kepribadian menurut Carl Gustav Jung. Setelah sesi presentasi, kami menampilkan film karya kelompok yang berkaitan dengan teori kepribadian Carl Gustav Jung.

  • Pertemuan 11 – Presentasi Kelompok 5: Dinamika Antarpribadi Alfred Adler: fictional final goal, inferiority feeling & superiority, social interest, dan the power of the self

Senin, 13 April 2015

Materi disampaikan oleh kelompok 5. Materi yang disampaikan adalah fenomena kejiwaan, fictional final goalinferiority & superiority, social interest, dan  the power of the self. Pemutaran film kelompok diadakan setelah materi presentasi selesai.

  • Pertemuan 12 – Presentasi Kelompok 3: Dinamika Antarpribadi Karen Horney: anxiety and conflict, coping anxiety

Senin, 20 April 2015

Kelompok 3 mempresentasikan teori dinamika antar pribadi Karen Horney. Di akhir pertemuan, kami ditugaskan untuk mencari materi mengenai lucky cycle yang diajukan oleh Karen Horney.

  • Pertemuan 13 –  Presentasi Kelompok 4: Dinamika Antarpribadi Erich Fromm: the existential dilemma dan social character

Senin, 4 Mei 2015

Kelompok 4 menyampaikan materi mengenai dinamika antarpribadi Erich Fromm. Hal penting yang aku catat adalah mengenai kebebasan vs keamanan, identitas, frame of orientationexcitation-simulationeffectiveness, dan teori karakter sosial Fromm.

  • Pertemuan 14 – Presentasi Kelompok 2: Dinamika Antarpribadi Harry Stack Sullivan: dinamika kepribadian, aspek-aspek kepribadian, dan perkembangan kepribadian

Senin, 11 Mei 2015

Pada pertemuan ini aku tidak menghadiri kuliah karena sakit. Namun, saya menyempatkan untuk hadir di akhir perkuliahan ketika kelompok 2 menampilkan film kelompoknya.

Evaluasi

Ada beberapa poin penting yang saya dapat dari pertemuan-pertemuan ini…

Banyak peristiwa yang terjadi pada perkuliahan mata kuliah ini seperti

  • Bu Linda menugaskan sebuah esai bebas mengenai tipologi dan hubungannya dengan kebudayaan Indonesia.
  • Bu Linda mengajar pada hampir seluruh pertemuan pada semester ini sementara Bu Titin mengajar pada orientasi perkuliahan dan Psikososial Ericsson ketika Bu Linda tidak dapat mengajar karena sakit tipes.
  • Pada semester ini, Bu Titin pensiun.

Lalu saya berkonsultasi tentang apa yang terjadi dengan diri saya, kawan-kawan saya, dan studi saya…

  • Bicara mengenai beasiswa. Biasanya kamu harus dapat memberi kontribusi untuk pihak yang memberikan beasiswa. Jarang sekali ada orang yang memberikan beasiswa secara cuma-cuma. Jangan berharap banyak dari orang lain. Cobalah untuk memiliki pekerjaan setelah lulus nanti.

  • Hal yang paling berkesan dalam perkuliahan ini adalah Carl Gustav Jung menurutku.
  • Menurut Bu Linda, untuk mendapatkan pandangan beyond, bacalah Al-Quran karena setiap teori kepribadian itu berhubungan dengan Al-Quran. Pahami setiap ayatnya, dan kamu akan paham bagaimana kepribadian mengalir seperti alunan Al-Quran.
  • Mengenai pandangan tentang filosofi, lanjutkan saja dulu. Nanti kamu akan tahu minat kamu yang sebenarnya

  • Pengerjaan tugas malah dikerjakan diakhir-akhir.
  • anak-anak cenderung malu bertanya karena tidak siap untuk menjawab pertanyaan dari dosen.
  • Membaca buku.
  • Buatlah dosen senang dan terkesan dengan keberadaan kamu.

  • Psikologi Perkembangan dan Psikologi Klinis membutuhkan kemampuan analitis yang kuat dibandingkan PIO. Psikologi Sosial berada di tengah-tengah.
  • Kamu harus berani keluar dari zona nyaman kamu

  • Ada cerita dari alumni. Ia bekerja selama 4 tahun di bagian HRD. Pada suatu hari, seorang lulusan UI masuk ke perusahaan. Orang tersebut membutuhkan waktu satu tahun untuk dipromosikan menjadi HRD. karena mereka punya dasar teori yang kuat. Sedangkan banyak mahasiswa di kita yang tidak dapat keluar dari zona nyaman mereka. Asahlah skill kamu

Lalu, ada pertanyaan yang diajukan Bu Linda…

Apa ada usul untuk perkuliahan mata kuliah Psikologi Kepribadian 2 di semester 3 mendatang?

Aku tahu, semuanya akan menyenangkan jika kita berniat untuk itu. Aku menginginkan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan. Mungkin sedikit tugas analisis akan sangat menantang supaya kita dapat memahami materi lebih baik. Namun itu tergantung kapasitas mahasiswa di kelas apakah mereka mampu mengerjakan itu atau tidak.

Terima kasih banyak atas pengalaman kuliah yang menyenangkan.

UTS Psikologi Positif SP 2014/2015: Antara Buah Pisang dan Psikologi Positif

Pada tanggal 12 Juli 2015 lalu, mahasiswa mata kuliah Psikologi Positif SP 2014/2015 ditugaskan oleh Bu Gemala untuk membuat sebuah tulisan bertema “Makna Pohon Pisang menurut Psikologi Positif.” Tulisan ini dibuat minimal 3 halaman dalam format Microsoft Office Word (.docx atau .doc). Tugas ini dikumpulkan ke KM, saya sendiri, untuk dikumpulkan dan disortir sebelum dikirim ke Bu Gemala. Tugas ini paling lambat dikumpulkan ke saya pada 26 Juli 2015 pukul 24.00 WIB. Setelah semua tugas terkumpul, saya menyortir dan merapikan berkas tugas, lalu saya kompres. Setelah semuanya selesai, saya kirimkan tugasnya ke Bu Gemala pada 27 Juli 2015 pukul 07.00 WIB.

Berikut saya bagikan tulisan yang saya buat untuk tugas UTS tersebut. Saya habiskan waktu berminggu-minggu untuk menyiapkan tulisan ini meskipun pada akhirnya ide utama tulisan ini muncul di saat hari terakhir pengumpulan tugas (26/07/2015). Sungguh lucu yang saya alami ini. Meski begitu, syukurlah tulisan ini dapat selesai tepat sebelum deadline yang saya tentukan sendiri.

Antara Buah Pisang dan Psikologi Positif

sebuah esai oleh M Rhaka Katresna (1404749), mahasiswa mata kuliah Psikologi Positif SP 2014/2015 Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

Sungguh aneh menurutku, untuk hanya mengambil satu bagian dari pohon pisang yang menjadi inti pembahasan ku pada tulisan ini, buah pisang. Mengapa harus buah pisang? Saya memakan buah pisang setelah beberapa hari sebelumnya memikirkan pohon pisang. Lebih tepatnya memikirkan apa yang harus saya tuliskan dan bagaimana menghubungkan pohon pisang dengan psikologi positif. Lalu saya menemukan sebuah jurnal tentang penelitian yang dilakukan oleh Martens dkk. (2005) terhadap 601 pelajar remaja di Belanda menunjukkan bahwa niat yang lebih tinggi untuk perubahan khususnya berasosiasi dengan sikap dan norma subjektif yang lebih positif, dan niat yang lebih tinggi untuk meningkatkan asupan buah-buahan dengan ekspektasi self-efficacy yang lebih positif. Salah satu buah yang menjadi favorit adalah buah pisang. Pelajar yang makan lebih banyak buah-buahan memiliki sikap positif terhadap memakan buah-buahan, mengamati ibu mereka sebagai pemakan buah yang lebih banyak, dan memiliki intensi negatif terhadap peningkatan konsumsi buah-buahan mereka dibandingkan pelajar yang makan lebih sedikit buah-buahan. Akhirnya, saya menemukan ada hal menarik yang bisa saya petik maknanya dari buah pisang; buah pisang bermanfaat manusia, tidak hanya enak dimakan namun juga memiliki gizi yang baik (sepertinya saya harus memulai menambah asupan buah setiap hari). Seperti yang dilansir oleh medicalnewstoday.com bahwa trytophan dalam pisang berperan dalam mempertahankan memori dan meningkatkan suasana hati.

Lantas, apa hubungannya dengan psikologi positif?

Buah pisang kita dapat dari pohon pisang. Saya analogikan bahwa kita bisa mendapatkan buah dari psikologi positif yakni hal-hal yang manusia dapatkan dari studi ini; teori, penelitian, dan intervensi psikologi. Compton (2005) menyebutkan bahwa salah satu dari ketiga misi awal psikologi yaitu membuat hidup normal menjadi lebih terpenuhi. Sebenarnya banyak cara bagi manusia untuk mengoptimalkan apa yang mereka dapat di dalam kehidupan mereka. Seseorang memerlukan tantangan, tugas yang menguji kemampuan mereka, kepentingan untuk mempelajari ide baru dan mengembangkan bakat, sama seperti kebebasan untuk menemukan kembali diri mereka sendiri sepanjang hidup mereka. Hal ini berkaitan langsung terhadap kontribusi utama Psikologi Positif untuk kehidupan manusia dan kemanusiaan. Seligman (dalam Snyder, 2002) menjelaskan bahwa tujuan utama dari psikologi positif adalah untuk mengkatalisasi perubahan dalam psikologi dari hanya kesenangan dengan memperbaiki hal-hal paling buruk dalam hidup untuk juga membangun kualitas terbaik dalam hidup. Hal ini mengingatkan kita bahwa psikologi juga mempelajari kekuatan dan kebaikan manusia, Psikologi Positif mencoba untuk beradaptasi pada metode ilmiah terbaik terhadap masalah unik manusia dimana perilaku manusia ditunjukkan dengan segala kompleksitasnya.

Pencegahan Positif dan Terapi Positif: Buah dari Psikologi Positif

Kekuatan yang berada dalam diri seseorang diibaratkan seperti kandungan gizi dalam buah pisang. Jika gizi buah pisang diserap oleh tubuh maka tubuh akan menerima kebaikan gizi buah pisang. Sama seperti salah satu buah dari Psikologi Positif, yakni kekuatan sifat positif manusia yang dapat berfungsi sebagai pencegahan positif. Kekuatan yang berada di dalam diri manusia adalah hal yang dapat digunakan oleh manusia itu sendiri. Seligman (dalam Snyder, 2002) menyatakan bahwa mengidentifikasi, memperkuat, dan berkonsentrasi pada kekuatan-kekuatan sifat positif manusia, kita dapat melakukan pencegahan yang efektif. Terdapat kekuatan manusia yang berguna sebagai penyangga terhadap penyakit mental: beberapa di antaranya adalah keberanian, pemikiran ke masa depan, optimisme, keterampilan interpersonal, keyakinan, etos kerja, harapan, kejujuran, ketekunan, kemampuan untuk mengalir (flow), dan insight (Seligman dalam Snyder, 2002). Salah satu keterampilan dari pencegahan positif adalah disputing (bahasa: membantah) yang penggunaannya berada dalam inti “learned optimism (bahasa: optimisme yang telah dipelajari)”. Misalnya ketika orang luar, yang bersaing dengan mu di dalam pekerjaan, menuduh kamu gagal di pekerjaan dan tidak layak pada posisi mu, maka segera kamu akan membantah dia. Kamu akan menyatakan semua bukti bahwa kamu melakukan pekerjaan mu dengan baik. Namun jika Anda menuduh diri sendiri tidak layak di pekerjaan, yang muncul dari pemikiran pesimis (otomatis), kamu tidak akan membantahnya. Jika hal itu muncul dari dalam diri sendiri, seseorang cenderung untuk percaya pada pemikiran tersebut. Jadi, dalam program pelatihan “learned optimism“, kita dapat mengajarkan anak-anak dan orang dewasa untuk menjadi pembantah yang terampil (Peterson, 2000; Seligman, Reivich, Jaycox, & Gilham, 1995; Seligman, Schulman, DeRubeis, & Hollon, 1999 dalam Snyder, 2002).

Buah kedua dari psikologi positif terdapat pada terapi positif yang ditawarkan oleh psikologi positif. Terapi positif memperkenalkan dua strategi dalam mengatasi permasalahan psikologis yaitu strategi tactics dan deep. Di antara tactics yang termasuk terapi yang baik adalah:

  • Atensi
  • Figur otoritas
  • Kesesuaian
  • Paying for services
  • Kepercayaan
  • Pembukaan
  • Menamai masalah
  • Trik pertukaran (contohnya, “Ayo berhenti sejenak (pause) di sini,” daripada “ayo berhenti (stop) di sini”)

Strategi yang lain, deep strategy, adalah seluruh teknik dari psikologi positif dan teknik yang mampu menjadi pengetahuan dengan skala besar untuk subjek dan penemuan dari teknik baru yang memaksimalkan mereka. Seseorang dapat menjadi lebih baik dan berkembang optimal dengan teknik ini. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kekuatan penyangga mampu menjadi pencegah positif, juga mampu mengembangkan kekuatan dari sifat positif. Seligman (dalam Snyder, 2002) percaya bahwa membangun kekuatan penyangga adalah strategi umum untuk mengidentifikasi dan lalu menolong klien untuk membangun kekuatan yang beragam daripada menyampaikan teknik penyembuhan kerusakan. Di antara kekuatan yang dibangun dalam psikoterapi antara lain:

  • Keberanian
  • Kemampuan interpersonal
  • Rasionalitas
  • Insight
  • Optimisme
  • Kejujuran
  • Ketekunan
  • Realisme
  • Kapasitas untuk kepuasan
  • Menyimpan masalah pada perspektif
  • Berpikiran ke depan
  • Menemukan tujuan

Dengan terapi positif, seseorang akan mampu menyembuhkan yang lemah dan memelihara yang kuat dari diri seseorang.

Buah yang Lain

Psikologi positif bertunas dari akar psikologi. Setelah tumbuh mulailah terlihat pelepah, daun, buah dan jantung pohon. Selain dua buah yang telah disebutkan, terdapat beberapa buah lain yang masih bisa kita dapatkan. Setiap teori dan penelitian tentang psikologi positif adalah setiap dari buah matang yang dapat diambil untuk kita makan. Maka, terdapat banyak cara untuk mencapai kemanusiaan yang lebih baik lagi. Psikologi positif juga membahas hal-hal seperti cinta, harapan, dan bersyukur, beberapa hal penting yang berhubungan dengan kesejahteraan subjektif, salah satu kajian utama dari psikologi positif. Dengan adanya buah ini, diharapkan psikologi positif dapat terus bermanfaat untuk umat manusia bahkan bisa jadi dapat menyebarkan benih untuk berkembang menjadi aliran-aliran baru dalam psikologi yang dapat lebih bermanfaat lagi.

 Daftar Pustaka

Compton, W. C. (2005). An introduction to positive psychology. Australia: Thomson/Wadsworth.

Martens, M., Assema, P. V., &; Brug, J. (2005). Why do adolescents eat what they eat? Personal and social environmental predictors of fruit, snack and breakfast consumption among 12– 14-year-old Dutch students. Public Health Nutrition PHN, 8(08). http://doi.org/10.1079/phn2005828

Medical News Today. Retrieved July 26, 2015, from http://www.medicalnewstoday.com/articles/271157.php

Snyder, C. R., &; Lopez, S. J. (2002). Handbook of positive psychology. Oxford: Oxford University Press.

Hari Pertama Kuliah Semester Pendek: Pertemuan 1 Analisis Data Psikologi

Senin (22/06/2015). Kuliah pertama mata kuliah Analisis Data Psikologi diadakan di 31.3.19 Gedung FIP Lama UPI. Kuliah dimulai pukul 07.00. Dibuka dengan perkenalan Semester Pendek oleh dosen, Pak Helli Ihsan. Beliau menyampaikan bahwa perkuliahan semester pendek ini terdiri maksimal 14 kali pertemuan. Jumlah mahasiswa yang mengontrak satu mata kuliah maksimal 40 mahasiswa untuk menjaga kelayakan kelas.

Pak Helli Ihsan menyampaikan bahwa tidak ada ujian untuk mata kuliah ini. Ujian ini digantikan dengan tugas-tugas. Kurang lebih akan ada 4 materi yang akan ditugaskan sebagai evaluasi perkuliahan. Terdapat modul perkuliahan yang akan bapak berikan pada pertemuan berikutnya. Namun, mahasiswa dipersilakan untuk mencari referensi terkait tutorial penggunaan software SPSS karena nantinya, kita akan memahami input, proses, dan output ketika melakukan analisis data psikologi.

Sesudah itu, beliau menyampaikan beberapa aturan kelas sbb:

  1. Mahasiswa tidak memakai kaos oblong.
  2. Mahasiswa tidak memakai sandal.
  3. Keterlambatan mahasiswa maksimal 15 menit, jika lebih dari itu maka tidak boleh mengikuti kuliah.
  4. Kehadiran 75 % – maks. 4 pertemuan tidak masuk.

Baiklah, semuanya setuju

Pak Helli menyampaikan lagi bahwa pada mata kuliah ini adalah penerapan dari 2 mata kuliah yang telah dipelajari sebelumnya, statistik deskriptif dan statistik inferensial, pada aplikasi SPSS. Beliau menambahkan, materi yang akan dipelajari adalah deskriptif, compare, korelasi, dan regresi. Mahasiswa dianjurkan untuk mempelajari aplikasi SPSSnya dulu supaya lebih mudah memahami materi kuliah Analisis Data Psikologi.

Mahasiswa diberitahukan untuk memperhatikan beberapa hal dalam analisis data, yaitu:

  1. Bagaimana cara mengambil data, dan
  2. jenis data.

Terdapat dua materi yang ditekankan oleh beliau, yaitu Statistik Parametrik dan Statistik Non-Parametrik. Dengan memahami teknik sampling dan jenis data yang digunakan, mahasiswa diharapkan memahami bagaimana melakukan analisis data psikologi dengan baik. Beliau pula menambahkan beberapa ciri teknik sampling melalui kutipan berikut,

“Bagaimana pendapat masyarakat tentang pembunuhan Angeline?” -incidental sampling, gak ada jumlah orang

“dari… diambilnya…” -quota sampling, ada target jumlah orang

“asalkan syaratnya terpenuhi…” -purposive sampling

Pak Helli menyampaikan bahwa setiap bagian dari populasi yang tercover jangan sampai miss. Karena dari hal tersebut, kita memiliki tanggung jawab sosial atas teknik sampling yang dilakukan ketika penelitian. Beliau menyinggung kejadian Pilpres terakhir. Kita bisa paham bagaimana manipulasi data bisa dengan mudah dilakukan hanya melakukan pengujian sampel pada wilayah tertentu. Hal ini membuat hasil statistik tampil dengan sangat tidak seimbang. Seperti yang beliau katakan, “Statistik itu apa adanya, tergantung yang memakainya.” Kita harus dengan bijak memakai ilmu ini.

Saya mengontrak 2 mata kuliah dengan total bobot 4 sks pada semester pendek 2014/2015. Mata kuliah yang saya kontrak adalah Psikologi Positif oleh Bu Geumala Nurendah dan Analisis Data Psikologi oleh Pak Helli Ihsan. Perkuliahan semester pendek dimulai senin (22/06/2015) hingga akhir Agustus. Semangat Rhaka! Teruslah belajar!

Saya memiliki perpustakaan dalam jaringan melalui teknologi Google Drive.

Saya memberikan akses tersebut pada beberapa kolega terdekat.